Showing posts with label Tips Anak. Show all posts
Showing posts with label Tips Anak. Show all posts

6 Solusi Jalin Hubungan Orang Tua dengan Anak


(Tuesday, December 2, 2008)

Menjalin hubungan dengan anak tidak selalu menjadi hal yang mudah bagi setiap orang tua. Masalah waktu yang kurang banyak menjadi kendala dalam menciptakan komunikasi yang baik. Kedekatan antara orang tua dengan anak tidak datang begitu saja, melainkan harus diciptakan. Anda bisa mengunakan 6 cara berikut ini untuk melekatkan hubungan Anda dengan sang buah hati:

1. Ciptakan kebiasaan atau tradisi dalam membangun kebersamaan. Anda bisa menerapkan dengan cara mendongeng sebelum tidur, pergi bersama di akhir pekan atau pesta perayaan ulang tahun anggota keluarga. Kalau belum, mulailah dari sekarang. Kebiasaan akan membuat anak selalu menunggu saat saat tersebut.

2. Untuk kedua orang tua yang sama-sama bekerja, carilah waktu luang di sela sela kesibukan kerja dan ajak anak-anak liburan ke suatu tempat. Bisa juga hanya di rumah kemudian melakukan kegiatan bersama seperti main atau masak. Meluangkan waktu untuk anak sama pentingnya dengan memberinya perhatian setiap saat.

3. Jadikan makan malam bersama sebagai kegiatan wajib bagi anggota keluarga. Duduk bersama di meja makan bisa lebih bermakna ketimbang hal-hal lain dan makin mendekatkan semua anggota keluarga. Kalau makan malamtak memungkinkan, bisa juga diganti dengan sarapan bersama. Di meja makan kita bisa saling ngobrol, menceritakan pengalaman hari itu dan sebagainya.

4. Sesekali, ajak anak membicarakan hal-hal yang memang penting bagi mereka. Tapi jangan hanya bertanya dengan pertanyaan ”benar” atau ”salah”. Tanyakan misalnya apa yang mereka inginkan untuk mengisi akhir minggu. Anak pasti akan merasa dilibatkan dalam pembicaraan.

5. Sebaiknya Anda tidak menganggap remeh pelukan atau sentuhan. Sebuah pelukan bisa memberi hiburan, memberi anak perasaan berani sekaligus menghilangkan kekhawatiran. Terkadang, tepukan atau pelukan di bahu anak lebih berarti ketimbang 1000 kata.

6. Jangan pernah membiarkan 1 hari berlalu tanpa mengatakan betapa Anda sangat menyayangi anak-anak Anda. Katakan betapa mereka sangat berarti bagi Anda dan betapa hidup Anda menjadi lebih kaya dengan kehadiran mereka.

Posted in Labels: , 0 comments
Posted by Eko Wahyudiharto at 5:27 PM  

7 Pedoman Friendster untuk Anak


(Tuesday, June 10, 2008)

Situs jejaring sosial seperti Friendster atau Facebook, telah jadi kegemaran kaum muda, barangkali juga termasuk anak-anak Anda. Situs semacam itu memungkinkan mereka bersenang-senang dengan saling bertukar foto atau video dengan anggota lainnya dari seluruh penjuru dunia.

Aktivitas di situs jejaring sosial tentu saja mengandung risiko, misalnya anak Anda jadi incaran predator alias penjahat seksual di internet. Untuk memberi gambaran tentang bagaimana melindungi anak saat beraktivitas di situs jejaring sosial, berikut beberapa tips yang diramu detikINET dari Federal Trade Commision, Jumat (8/2/2008).

1. Bantu anak Anda mengetahui informasi seperti apa yang bisa diposting di situs jejaring sosial dan mana yang tidak. Katakan pada mereka bahwa informasi penting seperti nomor telepon, alamat lengkap rumah, nomor kartu kredit dan sebagainya tidak bisa diumbar sembarangan mengingat risikonya yang besar.

2. Jika diperlukan, mintalah anak Anda mengaktifkan fitur privacy setting di akun mereka. Fasilitas privacy setting ini biasanya ada di berbagai situs jejaring sosial. Fungsinya adalah untuk membatasi siapa saja yang boleh melihat profil online anak Anda.

3. Jelaskan pada anak Anda bahwa informasi yang mereka posting secara online bisa dilihat siapa saja. Ingatkan bahwa sekali mereka melakukan postingan online, mereka tak bisa menariknya kembali. Meski informasi dihapus, bisa saja versi lamanya sudah disalin orang lain untuk kepentingan tertentu.

4. Jelaskan pada anak Anda mengenai pelecehan yang sering terjadi di dunia maya. Pelecehan ini misalnya menyebarkan rumor yang tidak benar, menyebarkan pesan ancaman atau membocorkan rahasia pribadi di internet. Jelaskan mengenai berbagai konsekuensinya dan bagaimana cara mengantisipasinya.

5. Diskusikan pada anak Anda untuk selalu menghindari percakapan online yang bernada seksual. Ingatlah bahwa banyak kasus para predator alias penjahat online mengincar anak-anak sebagai korbannya via situs jejaring sosial.

6. Katakan pada anak Anda bahwa jika mereka merasa terancam atau merasa ada yang tidak beres dalam aktivitas online di situs jejaring sosial, mereka harus melaporkannya pada Anda. Kemudian jika dirasa perlu, Anda bisa menindaklanjuti laporan anak misalnya dengan melapor polisi atau lembaga terkait.

7. Luangkan waktu untuk mempelajari situs jejaring sosial yang diakses anak Anda. Pahamilah apa hak Anda sebagai orang tua dalam melindungi anak. Jika perlu, Anda bahkan bisa menjadi anggotanya untuk mengerti seperti apa situs jejaring sosial itu bekerja.

Posted in Labels: , 0 comments
Posted by Eko Wahyudiharto at 6:52 PM  

 
Copyright 2008. GudangSolusi designed by Eko Wahyudiharto