(Tuesday, October 21, 2008)
Agar lebih menghemat waktu berinternet, Anda bisa membuat sebuah shortcut situs yang sering Anda kunjungi pada desktop komputer.
Cara tradisional yang biasanya digunakan di browser Internet Explorer 7 (IE7) untuk membuat shortcut adalah dengan mengklik menu File pada browser, lalu pilih Send To, kemudian Shortcut to Desktop. Namun di browser Firefox tidak ada pilihan menu seperti itu.
Ada cara lain dan juga cepat untuk membuat shortcut situs di desktop, dan, seperti dikutip dari Techdreams, Rabu (15/10/2008), bekerja di browser IE maupun Firefox. Ini dia caranya:
1. Buka browser (IE/Firefox), lalu buka halaman situs yang ingin dibuat shortcut-nya.
2. Ubah ukuran browser sampai Anda bisa melihat desktop dan browser secara bersamaan.
3. Drag and drop icon kecil yang ada di sebelah kiri address bar browser ke desktop Anda.
Kini situs-situs favorit Anda bisa dikunjungi hanya dengan mengklik dua kali (double click) icon situs terkait pada desktop. Selamat browsing!
Posted in
Labels:
Tips Internet,
Tips Linux,
Tips Windows
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
6:34 PM
(Monday, October 20, 2008)
Apabila PC sudah begitu lama digunakan, Anda harus membersihkannya. Sampah-sampah PC harus dibuang untuk mengatasi “kemacetan” system sehingga Windows bisa kembali memiliki kinerja yang maksimal. Ada 4 cara praktis untuk mempercepat kinerja Windows Anda.
1. Membersihkan Hard Disk
Seiring berjalannya waktu, hard disk menyimpan banyak sampah. Isinya tidak hanya video dan MP3. File-file yang tidak jelas asal-usulnya, seperti temporary file dan sampah-sampah lainnya turut “menginap” di dalamnya. Hasilnya, kapasitas hard disk menyusut. Proses backup atau defragment juga menjadi semakin lama. Memang, semua sampah tersebut dapat dibersihkan. Namun, tidak semudah yang Anda bayangkan karena sampah-sampah ini menyebar dan harus dicari satu per satu. Untuk itu, Anda dapat menggunakan program khusus seperti HDCleaner. Tool ini akan mencari data, file DLL dan link yang tidak diperlukan dalam hard disk lalu menghapusnya.
2. Membersihkan Racun dari Komputer
Apabila PC terkena virus dan Trojan, bisaanya komputer berjalan sangat lambat. Penyusup ini akan mengirim info ke Internet tanpa diminta, memblokir Internet dan menghabiskan resource PC. Tentu saja penyebab kemacetan ini harus dibuang dari system. Pencegahan utama adalah selalu menggunakan antivirus yang up-to-date. Melakukan update setiap hari menjadi sebuah keharusan. Untuk itu, gunakan tool SpyBoot Search&Destroy. Tool ini akan mencari malware dan spyware dan dapat dijadikan pelengkap antivirus yang hanya membersihkan virus dan Trojan.
3. Membersihkan Folder Startup
Saat Windows mulai berjalan memang lebih nyaman apabila program seperti email client, messenger dan browser ikut terbuka. Namun, dengan keadaan seperti itu, proses booing menjadi lebih lama. Oleh sebab itu, program-program yang tidak dibutuhkan sebaiknya dibersihkan dari folder Startup. Semakin sedikit tool yang dijalankan, semakin cepat Windows terbuka. Aplikasi AutoRuns akan membuat daftar dari semua program yang diload saat booting. Namun hati-hati, nonaktifkan hanya program-program yang memang tidak diperlukan pada saat booting.
4. Mengoptimalkan Software
Terlalu banyak koki, adonan kue pun bisa tidak jadi. Hal ini juga belaku bagi software. Semakin banyak program yang diinstall, system menjadi semakin repot. Semakin dalam program terikat dengan Windows, semakin besar resource yang digunakan. Penggunaan tools portable yang sebenarnya dirancang untuk USB flash disk merupakan sebuah solusi agar kinerja komputer lebih cepat. Tools ini tidak membutuhkan instalasi. Apabila shortcut untuk tool ini disimpan pada menu “Start” ataupun “Quick Launch”, kinerjanya bisa secepat program yang diinstal secara manual. Website portableapps.com menawarkan sederetan tool yang bermanfaat dan tidak membebani komputer Anda.
5. Mengaktualkan Program
Software yang di-update akan mendapatkan fungsi baru dan berjalan lebih cepat. Manfaat lainnya, lubang-lubang keamanan dapat teratasi. Oleh sebab itu, sebaiknya selalu update program dengan versi yang terbaru. Kini, banyak aplikasi yang menawarkan fungsi update otomatis. Untuk itu, tersedia tool UpdateStar. Program ini akan mencari semua software pada PC. Selanjutnya, tool ini akan menunjukkan versi program yang ada pada komputer Anda.
6. Membuang Software yang Tidak Diperlukan
Versi trial program yang sudah lama kadaluarsa maupun freeware yang tidak lagi digunakan pada komputer, sebaiknya dihapus saja karena hanya akan membebani komputer. Untuk itu, Anda dapat menggunakan fungsi uninstall dari Windows pada Control Panel. Jika masih ada program bandel yang tidak mau dihapus, gunakan saja Revo Uninstaller. Namun, apabila tidak berhasil juga, terpaksanya Anda harus menghapusnya secara manual dan lanjutkan dengan langkah selanjutnya pada poin #7.
7. Merapikan Registry
Windows akan mengenali semua program yang ter-install dengan menyimpan data di registry. Apabila program dihapus, idealnya system menghapus registry-nya dari database. Namun terkadang entri ini harus dihapus secara manual agar registry lebih ramping. Artinya, system menjadi lebih bersih dan terhindar dari crash. Langkah ini dapat dilakukan dengan tool CCleaner.
8. Merampingkan Huruf
Kartu ucapan harus terlihat menarik, sehingga Anda melakukan banyak instalasi font baru. Walaupun berukuran kecil, file-file huruf akan bertambah besar apabila sering di-install sehingga memperlambat startup system. Anda perlu melakukan pembersihan. Langkah terbaik adalah dengan membuat CD backup yang menyimpan semua jenis huruf pada direktori “C:\Windows\Fonts”. Kemudian, hapus file-file font tersebut yang sudah tidak lagi digunakan.
9. Mempercepat Media Player
Untuk melihat klip di Internet atau mendengar music di komputer lokal, dibutuhkan sebuah multimedia player. Media player yang menjadi standard Windows bisaanya tidak memadai karena klip yang banyak beredar di internet tersedia dalam format MOV atau streaming Real Player yang tidak dapat diputar. Agar kedua file tersebut dapat berjalan dengan praktis, Anda dapat memasang Quick Time Alternative dan Real Alternative dalam satu paket Windows Media Player.
10. Memeriksa Driver
Driver merupakan masalah klasik. Scanner yang dibeli dari toko komputer terkadang tetap tidak berfungsi walaupun sudah meng-install lima driver yang berbeda. Tidak jarang pengguna lupa untuk membuang driver tersebut, walaupun sudah menginstall versi yang baru. Memang tidak berdampak signifikan, tetapi semakin lama membuat Windows berjalan lebih lambat. Untuk mengatasinya, lakukan cara berikut: buka menu “Control Panel | System | Advanced | Environment Variables | System Variables” dan berikan sebuah variable baru dengan value “1” dengan nama “devmgr_show_nonpresent_devices”. Lalu buka Device Manager, ubah “View” agar Windows menampilkan hidden device dalam tampilan setengah transparan. Untuk melancarkan kinerja system, hapus driver tersebut dengan mengklik “Uninstall” (kecuali untuk driver USB hard disk atau kamera digital yang tidak terhubung). Hal ini akan membuat computer berjalan lebih cepat
Posted in
Labels:
Tips Windows
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
6:36 PM
(Sunday, September 21, 2008)
Pembaca, saat ini, keberadaan laptop mungil tengah menawan hati sebagian besar pengguna komputer jinjing. Bagaimana tidak? Walaupun terkadang spesifikasi sebuah subnotebook tidak semumpuni notebook-notebook berukuran lebih besar, ukurannya yang mini dan kemampuannya yang dapat mengakomodasi kebutuhan berkomputer sehari-hari menjadikan subnotebook sebagai salah satu gadget yang sangat diminati, disamping harganya yang lebih terjangkau, tentu saja.
Nah, salah satu usaha produsen subnotebook untuk "merampingkan" produknya adalah dengan meniadakan perangkat optical drive, seperti CD-ROM/RW atau DVD-ROM/RW. Komponen yang digunakan untuk mengakses keping CD atau DVD ini memang cukup menyita ruang dan sumber daya.
Sebagai konsekuensinya, pemilik subnotebook tak dapat mengakses CD atau DVD di subnotebook-nya, atau terpaksa membeli external optical drive yang tetap dijalankan via port USB yang tersedia.
Salah satu masalah yang timbul akibat ketidaktersediaan optical drive pada subnotebook adalah kesulitan saat hendak melakukan instalasi aplikasi ataupun sistem operasi. Tak jarang pengguna harus menyalin aplikasi atau sistem operasi yang hendak di-install ke dalam USB flash disk, atau mencolok external optical drive dan melakukan instalasi seperti biasa. Namun, tentu saja hal ini sangat merepotkan, mengingat tak banyak pengguna awam yang mengetahui prosedur instalasi aplikasi atau sistem operasi via flash disk, dan harga sebuah external optical drive yang tidak murah.
Contoh kasus, andaikan kita hendak mengganti sistem operasi Xandros Linux yang terpasang di subnotebook Asus Eee PC dengan Windows XP, maka kita harus menginstal via external optical drive. Mungkin tak terlalu memusingkan bagi Anda yang punya cukup dana untuk membeli sebuah external optical drive, namun bagaimana dengan Anda yang sejak awal ingin berhemat dengan membeli subnotebook?
Nah, lewat artikel ini penulis ingin berbagi tips membuat modul instalasi Windows XP menggunakan media USB flash disk, yang tentunya akan menghemat biaya dan menjadikan pembaca lebih pintar. Modul instalasi ini tak hanya dapat diimplementasikan dalam instalasi ke subnotebook saja, tapi juga dapat diaplikasikan pada komputer mana pun yang sudah memiliki fitur untuk booting via USB.
"Gampang! Tinggal salin file instalasi Windows XP ke flash disk!" Mungkin itu yang terlintas di benak Anda, tapi percayalah bahwa membuat modul instalasi Windows XP tidak semudah itu. Namun jangan khawatir, karena dengan mengikuti langkah-langkah berikut, proses pembuatan modul instalasi Windows XP pun tak terlalu sulit dilakukan.
Yang Harus Disiapkan:
1. Sebuah komputer yang dilengkapi optical drive (CD atau DVD) dan port USB yang dapat bekerja dengan baik.
2. Sebuah USB flash disk berkapasitas 1 atau 2 GB.
3. CD instalasi Windows XP.
4. Aplikasi pembuat modul instalasi (USB_PREP8 dan PEtoUSB) yang dapat diunduh cuma-cuma melalui link http://www.sendspace.com/file/7n781n
5. Do'a dan keberanian!
Langkah-langkah Pembuatan:
1. Tancapkan USB flash disk ke salah satu port USB. Ingat-ingat posisi drive-nya. Apakah F:, G:, H:, dan sebagainya.
2. Saat Anda berada di posisi normal (desktop), masukkan CD instalasi Windows XP ke optical drive. Jika komputer menjalankan proses instalasi secara otomatis, batalkan saja dan tutup semua aplikasi yang tengah berjalan.
3. Unduh dan ekstrak aplikasi yang penulis berikan. Saran penulis, ekstrak seluruh isinya ke sebuah folder, semisal C:\USB.
4. Selanjutnya, buka folder di mana Anda mengekstrak aplikasi modul pembuat instalasi, kali ini kita ambil contoh C:\USB.
5. Jalankan file bernama "usb_prep8.bat" maka di layar monitor akan tampak jendela Command Prompt berisi macam-macam perintah. Jika sudah muncul tulisan "Press any key to continue," tekan sembarang tombol untuk konfirmasi.
6. Di layar akan muncul jendela PEtoUSB yang meminta Anda memformat USB flash disk Anda. Tak perlu mengubah setting apa pun, langsung klik Start untuk mulai proses format. Jawab konfirmasi sesuai kebutuhan Anda.
7. Jika sudah selesai, tutup jendela PEtoUSB (jangan menutup jendela Command Prompt yang tadi terbuka ketika Anda menjalankan usb_prep8.bat), maka di layar akan muncul opsi-opsi dari 0 hingga 5.
8. Gunakan opsi 1 untuk memilih sumber file instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk. Disini, tentukan di drive mana Anda menyimpan instalasi Windows XP. Pilih saja optical drive di mana sudah ada CD Windows XP di dalamnya, atau pilih folder pilihan Anda jika Anda telah menyalin file instalasi Windows XP ke folder tertentu.
9. Pilih opsi 3 untuk menentukan di mana Anda mencolok flash disk. Kalau flash disk Anda berada di drive F:, maka ketik F dan tekan ENTER. Jika drive G: maka ketik G dan tekan ENTER, begitu seterusnya berlaku untuk drive lain.
10. Selanjutnya pilih opsi 4 untuk mulai proses pembuatan modul instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk secara otomatis. Jawab apa pun konfirmasi yang muncul dengan Y atau YES atau OK atau bentuk persetujuan lain.
Selesai! Kini flash disk Anda telah siap digunakan untuk instalasi Windows XP! Silahkan melakukan setting pada BIOS subnotebook Anda, dan pilih Removeable Disk (atau apa pun nama lainnya) sebagai media pertama yang dijalankan saat booting.
Posted in
Labels:
Tips Komputer,
Tips Laptop,
Tips Windows
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
7:28 PM
(Monday, September 8, 2008)
Secara default, ukuran gambar yang ditampilkan pada posisi thumbnails di sistem operasi Windows XP tidaklah besar, kira-kira hanya 96 pixel.
Salah satu cara untuk memodifikasi ukuran thumbnails tersebut tanpa perlu mengutak-atik registry Windows, seperti dikutip detikINET dari Tech tips, Selasa (8/7/2008), adalah dengan menggunakan programs utility "TweakUI PowerToy" dari Microsoft.
Dengan program tersebut, Anda dengan mudah dapat mengubah ukuran default thumbnails sehingga menjadi lebih kelihatan. Pastikan program tersebut sudah terinstal di komputer Anda, bisa di-download di situs Microsoft. Lalu untuk mengubah ukuran thumbnails ikuti langkah berikut ini:
1. Klik Start Menu > All Programs > Powertoys for Windows XP > Tweak UI.
2. Pada window Tweak UI, klik menu Explorer lalu pilih Thumbnails.
3. Ubah ukuran pixel thumbnails sesuai keinginan, misalnya 200 pixel. Pastikan ukuran Image Quality disetting pada posisi mendekati high agar thumbnails terlihat bagus. Namun demikian, semakin tinggi settingan Image Quality, dibutuhkan memory dan disk space yang lebih besar.
4. Klik Apply.
Kini ukuran gambar yang ditampilkan pada thumbnails menjadi lebih besar.
Posted in
Labels:
Tips Komputer,
Tips Windows
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
9:55 PM
(Thursday, September 4, 2008)
Jakarta - Untuk mempercantik tampilan Windows, MS Style bisa menjadi salah satu solusinya. Ms Style adalah semacam add-ons/theme yang dibuat oleh Microsoft untuk mengubah tampilan (theme) Windows.
Ada banyak situs yang menyediakan file Ms Style yang cantik dan menarik. Salah satunya adalah studiotwentyeight.com. Melalui situs ini, Anda dapat mendownload wallpaper terbaik dengan kualitas gambar yang sangat baik (High Quality Wallpaper), icon-icon pengganti icon standar windows dan yang pasti Anda bisa mendownload file-file Ms Style.
Untuk dapat mempercantik tampilan Windows dengan menggunakan Ms Style, Anda membutuhkan software UXTheme Multi-Patcher (Neowin Edition) 4.0.
Berikut caranya:
1. Download dan instal UXTheme Multi-Patcher (Neowin Edition) 4.0
2. Restart komputer.
3. Download file Ms Style yang Anda inginkan di www.studiotwentyeight.com
4. Extract file Ms Style ke C:\Windows\Resource\Themes
5. Buka Display Properties > Appearance > Windows and Button
6. Pilih theme Ms Style yang Anda inginkan dan klik tombol Apply.
Selamat mencoba!
Posted in
Labels:
Tips Komputer,
Tips Windows
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
8:14 PM
(Wednesday, August 6, 2008)
Pengguna aplikasi Microsoft Word seringkali menghabiskan banyak waktu untuk mengerjakan bermacam pekerjaan kantoran. Walhasil, banyak waktu terbuang hanya untuk mengedit dan merapikan font, paragraf dan kata-kata.
Sebagai contoh, Anda sudah terlanjur mengetik dua baris judul dokumen dengan huruf kecil. Namun Anda ingin mengubah judul tersebut menjadi huruf besar, dan terpaksa Anda harus mengetik ulang judul tersebut dari awal. Waktu Anda jadi terbuang pastinya.
Ada banyak kunci rahasia di Microsoft Word yang bisa Anda terapkan untuk mengedit dokumen sehingga waktu Anda tak terbuang banyak. Berikut ini 10 tombol singkat alias shortcut yang bisa mempermudah pekerjaan Anda:
Ctrl+Shift+>
Dengan memencet tiga kombinasi tombol tersebut pada keyboard, maka ukuran font yang ingin diubah akan bertambah besar.
Ctrl+Shift+<
Sebaliknya, dengan memencet tiga kombinasi tombol tersebut maka ukuran font yang ingin diubah akan bertambah kecil.
Shift+F3
Kombinasi tombol Shift dan tombol F3, memungkinkan Anda untuk mengubah kata yang sudah Anda ketik dari yang awalnya ditulis dengan huruf kecil semua menjadi kata yang awalannya huruf besar atau semua kata ditulis dalam huruf besar, dan sebaliknya.
Ctrl+Shift+k
Dengan tiga tombol ini, dalam waktu singkat Anda bisa mengubah kata yang Anda pilih dari yang awalnya huruf kecil menjadi huruf besar dan sebaliknya.
Ctrl+Del
Untuk menghapus kata yang berada di kursor sebelah kanan.
Ctrl+Backspace
Kebalikan dari Ctrl+Del, kombinasi tombol Ctrl+Backspace digunakan untuk menghapus kata yang berada di kursor sebelah kiri.
Ctrl+c
Untuk mengcopy kata yang dipilih.
Ctrl+v
Untuk mempaste kata yang sudah dicopy.
Ctrl+1 dan Ctrl+2
Kombinasi tombol Ctrl+1 dan Ctrl+2 memungkinkan Anda mengubah spasi dari satu (single spacing) menjadi dua (double spacing).
Shift+Alt+(tanda panah atas atau bawah)
Dengan menekan tombol Shift+Alt+tanda panah atas atau bawah, Anda dengan cepat bisa memindahkan paragraf ke atas atau ke bawah (sesuai dengan paragraf tempat kursor diletakkan).
Posted in
Labels:
Tips Bekerja,
Tips Komputer,
Tips Office,
Tips Windows
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
6:11 PM
(Tuesday, August 5, 2008)
Dengan bantuan shortcut "Windows Logo Key" yang ada di keyboard, Anda bisa mengakses control panel ataupun menu-menu yang tersedia di Windows dengan lebih cepat. Pekerjaan Anda pun bisa dengan cepat diselesaikan tanpa perlu sibuk mencari-cari lokasi menu yang Anda ingin buka.
Tombol "Windows Logo Key" berada diantara tombol Ctrl dan Alt sebelah kiri keyboard). Hampir semua merek keyboard memiliki tombol ini.
Berikut ini adalah list shortcut yang menggunakan tombol "Windows Logo Key", yang sering digunakan untuk membantu Anda mempercepat menyelesaikan pekerjaan. Perlu diingat bahwa shortcut tersebut hanya bekerja di komputer yang menggunakan sistem operasi Windows.
Windows: untuk menampilkan Start menu.
Windows Logo + D: untuk menampilkan desktop, meminimasi aplikasi windows yang terbuka atau mengembalikan (restore) semua aplikasi windows yang terbuka.
Windows Logo + E: untuk membuka Windows Explorer.
Windows Logo + F: untuk menampilkan menu pencarian file (Search Results).
Windows Logo + Ctrl + F: untuk menampilkan menu pencarian "Search Results - Computer".
Windows Logo + F1: untuk membuka menu "Help and Support Center".
Windows Logo + R: untuk membuka kotak dialog "Run".
Windows Logo + break: untuk membuka kotak dialog "System Properties".
Windows Logo + M: untuk meminimasi semua aplikasi windows yang sedang dibuka atau dengan kata lain kembali ke desktop.
Windows Logo + shift + M: kebalikan dari Windows Logo + M, yakni untuk meng-undo semua windows yang diminimasi.
Windows Logo + L: untuk mengunci workstation
Windows Logo + U: untuk membuka menu "Utility Manager".
Posted in
Labels:
Tips Komputer,
Tips Windows
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
7:24 PM