(Wednesday, January 14, 2009)
Ini musim hujan. Perkara basah-basahan pasti jadi hal biasa. Celakanya jika yang kena basah adalah ponsel. Bagi mayoritas orang, ponsel rusak sama saja rasanya dengan dunia mau kiamat. Apalagi jika ponsel tersebut banyak berisi data-data yang dianggap sangat penting. Missal data-data nomor kontak yang sudah dikumpulkan selama beberapa waktu lamanya. Jika data-data nomor kontak ini hilang pasti akan butuh effort yang tidak kecil untuk kembali mengumpulkannya. Intinya kejadian ini pasti akan membuat pemilik ponsel sangat kesal.
Yang jelas, bukan berarti ponsel yang terkena siraman air sudah pasti akan rusak begitu saja. Kalau pemiliknya cepat tanggap dan cepat melakukan langkah penyelamatan, maka ponsel beserta data-data penting yang ada didalamnya bisa diselamatkan.
Berikut langkah-langkah penyelamatan yang bisa dilakukan jika ponsel terkena siraman air:
1. Copot Baterai
Jika ponsel terkena siraman air, biasanya sebagian air akan ada yang masuk ke dalam ponsel melalui celah celah casing. Jika hal seperti itu terjadi, langkah penyelamatan yang harus dilakukan segera adalah memutus daya listrik yang mengalir di dalamnya. Dalam hitungan detik sejak ponsel kena siraman air segera copot baterainya. Dengan begitu, sirkuit elektronik yang ada di dalamnya tidak akan rusak lebih parah.
2. Copot Kartu SIM
Jika kartu SIM digunakan untuk menyimpan nomor-nomor kontak yang penting pula, maka langkah selanjutnya adalah segera mencopot kartu SIM dari soltnya di ponsel. Ini demi mencegah elemen pada kartu SIM mengalami kerusakan akibat terlalu lama terkena oleh basah oleh air. Sekaligus untuk berjaga-jaga pula agar kartu SIM masih bisa digunakan untuk seterusnya.
3. Buka Casing Ponsel
Beberapa ponsel keluaran terbaru menggunakan desain casing yang mudah dibuka. Dengan membuka casing maka akan terlihat jelas seberapa banyak air membasahi bagian dalam ponsel. Sekaligus langkah pengeringan dapat dilakukan pada bagian-bagian yang mudah.
4. Lakukan Pengeringan
Keringkan dengan menggunakan lap kering, tissue atau kalau ada dry pack. Jangan mengeringkan dengan menggunakan hair dryer karena titik air bisa masuk jauh ke bagian terdalam ponsel.
5. Lanjutkan Pengeringan
Mengingat ada bagian-bagian ponsel yang sulit dijangkau untuk usaha pengeringan, maka langkah pengeringan selanjutnya adalah dengan menempatkan ponsel pada wadah berisi beras. Beras sangat efektif untuk menyerap sisa-sisa air yang terdapat pada bagian yang sulit dijangkau. Dengan begitu, ponsel akan kering secara sempurna.
6. Hubungkan Ke Sumber Daya
Biarkan ponsel selama kurang lebih 1 hari 1 malam sebelum mulai dinyalakan lagi. Gunakan baterai untuk menyalakan ponsel. Jika ponsel tidak menyala, copot lagi baterainya lalu hubungkan ponsel dengan charger agar mendapat tenaga listrik secara langsung dari sumbernya. Jika ponsel menyala, berarti baterai harus diganti dengan yang baru. Tapi jika tidak menyala juga, bawa ponsel ke tempat servis agar mendapat kepastian apakah ponsel masih bisa dipakai atau tidak.
Posted in
Labels:
Tips Gadget,
Tips Handphone,
Tips PDA
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
5:59 PM
(Sunday, November 9, 2008)
Lebaran sudah berlalu, ada uang sisa tidak ada salahnya bila kita alokasikan untuk mengganti ponsel dengan yang baru. Namun bagaimana nasib ponsel lama? Jual saja, lumayan kan uangnya bisa ditambahkan untuk modal belanja ponsel baru. Menjual ponsel seringkali tak semudah yang diperkirakan sebelumya. Walau banyak toko menerima jasa jual-beli ponsel, namun seringkali kita dibuat kesal sebab mereka menawar dengan harga dibanting, padahal kondisi ponsel masih terbilang cukup malah mulus.
Tak heran setelah transaksi jual-beli, hati malah depresi, sebab ponsel kesayangan terpaksa harus dijual dengan harga yang rendahnya tidak masuk akal. Tapi karena sudah terlanjur terbuai godaan ponsel baru, maka harga rendah pun tak jadi soal. Harus diingat, menjual ponsel tidak sekedar serah barang dan terima uang saja. Sudah banyak terjadi kasus, setelah ponsel dijual, ujung-ujungnya malah mendapat malapetaka gara-gara foto pribadi di ponsel yang belum dihapus,disebarkan si pembeli. Maka berhati-hatilah sebelum menjual ponsel. Disini ada beberapa kiat sebelum menjual ponsel Anda:
1. Perbaiki Kondisi Ponsel
Si pembeli, entah itu teman atau pemilik toko pasti akan memeriksa dulu kondisi ponsel yang akan kita jual. Setiap kerusakan yang terjadi pada ponsel akan mengurangi nilai jual. Parahnya, kadang si pembeli menjadikan alasan kerusakan yang terjadi untuk menurunkan harga secara signifikan padahal kerusakan Cuma sedikit. Ada baiknya ponsel diperbaiki terlebih dahulu, atau jika ponsel masih berada pada garansi, bawalah ponsel ke service center untuk diperbaiki terlebih dahulu.
2. Backup Data
Bayangkan jika tiap ganti ponsel kita harus mencatat kembali ratusan nama phonebook, cape kan? Nah agar lebih mudah dan cepat kita bisa mem-backup dulu data pada ponsel lama di PC kemudian pindahkan lagi (me-restore) ke ponsel baru.
Pada ponsel-ponsel terkini biasanya sudah disediakan sebuah aplikasi (PC Suite) yang menyediakan fasilitas untuk mem-backup data. Namun jika ponsel tidak dilengkapi aplikasi backup bawaan, kita bisa memanfaatkan aplikasi bebas yang sudah banyak tersedia, misalnya BitPim (www.bitpim.org) untuk ponsel CDMA atau ZYB (www.zyb.com) bagi pengguna ponsel GSM, yang bisa dipakai gratis. Atau Anda bisa memanfaatkan fasilitas back-up yang disediakan operator.
3. Hapus Data
Seperti pada komputer, data di ponsel yang sudah dihapus pun ternyata bisa dimunculkan lagi. Tidak hanya file dihapus kemarin sore, data yang dihapus satu tahun lalu pun bisa ditarik kembali, dengan bantuan sebuah aplikasi recovery.
Bagi yang terbiasa menyimpan data pribadi pada ponsel seperti nomor rekening, catatan pribadi, password email, sampai foto pribadi sebaiknya lebih hati-hati. Coba bayangkan jika data-data tersebut dieksplorasi orang lain, bisa gawat kan?
Sebagai solusi, hindari ganti-ganti memori eksternal. Meski Anda sering berganti ponsel usahakan memori eksternal tidak ikut diganti juga. Jika pun berencana menjual ponsel berikut memory eksternalnya, ada baiknya Anda memformat memory eksternal tersebut dengan menggunakan metode 'full format' melalui PC.
Setidaknya dengan begitu proses penghapusan akan lebih dan lebih bersih.
4. Cek Harga Pasar
Carikan informasi sebanyak-banyaknya tentang harga ponsel yang akan dijual. Apalagi setelah lebaran harga ponsel sangat fluktuatif. Informasi tidak cukup dari surat kabar saja. Cobalah berjalan-jalan di sentra ponsel, lalu tanyakan harga pasaran ponsel tipe yang Anda miliki. Dengan begitu, kita punya patokan harga sebelum menawarkan ponsel langsung pada penunggu toko.
Ada baiknya, Anda ditemani seorang teman yang mengerti perponselan, sehingga tidak akan tertipu saat pihak toko mengeluhkan kondisi ponsel yang dikatakannya sudah rusak, padahal masih mulus.
5. Lepaskan Aksesoris Tambahan
Jika ponsel sudah dilengkapi peralatan aksesoris seperti Bluetooth, charger tambahan, memori card ataupun baterai ekstra, alangkah baiknya jika aksesori tersebut disimpan saja untuk dikoleksi, suatu saat mungkin Anda akan membutuhkannya kembali.
Jika Anda menjualnya di toko ponsel,biasanya mereka akan menawar aksesoris tersebut dengan harga yang sangat rendah, sebab toko ponsel biasanya tidak merangkap berjualan aksesoris. Namun jika Anda ingin menjualnya juga, coba tawarkan kepada orang yang sedang membutuhkan, sehingga bisa mendapatkan harga jual yang lebih masuk akal.
6. Beriklan di Surat Kabar
Jika ingin menawarkan ponsel agar cepat laku, Anda bisa mengiklankannya di surat kabar. Cara ini terbilang sangat efektif, karena surat kabar banyak dibaca masyarakat luas. Bahkan tidak sedikit masyarakat membeli koran hanya untuk melihat informasi rubrik jual-beli saja. Biasanya pada surat kabar disediakan halaman khusus yang dikenal dengan iklan mini atau iklan baris, isinya hanya informasi barang-barang yang dijual masyarakat saja.
Posted in
Labels:
Tips Belanja,
Tips Handphone
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
6:45 PM
(Friday, October 31, 2008)
Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi ponsel pun semakin berkembang. Sekarang Anda dapat menikmati acara TV langsung dari ponsel Anda. Apalagi, fitur ini tidak dikenai biaya dan tidak mengurangi pulsa Anda. Agar fitur ini dapat Anda nikmati dengan baik, sebaiknya simak informasi berikut ini:
1. Pilihlah merk yang terbaik untuk ponsel TV. Perbanyaklah pengetahuan Anda tentang ponsel TV dengan cara bertanya pada teman yang paham tentang ponsel, membaca majalah atau Koran khusus ponsel atau mencari informasi dari internet. Selain itu, untuk memudahkan perawatan ponsel TV Anda, pilihlah merk yang setidaknya memiliki tempat service center di kota Anda.
2. Pastikan ponsel yang Anda beli dapat menerima siaran televise dengan baik. Sebelum membeli ponsel TV, mintalah penjual untuk mengatur tuner lalu coba jalankan fitur TV-nya. Lalu, perhatikanlah kejelasan gambarnya. Jika kurang jelas, mintalah petunjuk bagaimana cara mengatur antenna ponsel TV agar menghasilkan gambar yang jelas.
3. Perhatikan besar atau kecilnya resolusi layer ponsel TV Anda. Semakin besar layer ponsel TV Anda, tentunya semakin puas Anda menontonnya. Ada berbagai macam ukuran layer ponsel TV yang dapat Anda pilih. Mulai dari ukuran 2 inci hingga mendekati 3 inci. Jika memungkinkan, pilihlah ponsel TV yang memiliki kemmapuan shake control. Tujuannya, agar memudahkan Anda ketika hendak mengubah proporsi layar dari portrait ke landscape tanpa harus menekan tombol.
4. Demi kenyamanan Anda dalam menonton dari ponsel TV, pilihlah ponsel yang memiliki tatakan khusus. Tatakan ini berfungsi untuk menyimpan ponsel Anda ketika sedang ditonton, sehingga Anda tidak perlu terus menerus memegang ponsel ketika menonton.
5. Pertimbangkanlah dengan bijak ketika Anda tertarik membeli ponsel TV yang memiliki dual on (dual kartu SIM). Teknologi dual on memang cukup diminati karena bersifat praktis. Namun, perhitungkanlah kemampuan baterai Anda. Energi yang diperlukan baterai untuk system dual on memang cukup besar. Apalagi jika ditambah dengan menyalakan fitur TV dalam ponsel.
6. Perhatikan pula fitur-fitur selain TV yang terdapat dalam ponsel Anda. Pilihlah ponsel yang tidak hanya memiliki fitur TV saja, tetapi juga fitur-fitur multimedia lainnya seperti, pemutar musik, game, kamera, radio atau teknologi Java.
Posted in
Labels:
Tips Belanja,
Tips Handphone
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
9:17 PM
(Monday, October 27, 2008)
Sungguh germ rasanya jika ponsel tidak dapat digunakan gara-gara baterai habis. Apalagi, ketika Anda sangat membutuhkan ponsel untuk melakukan transaksi bisnis. Alhasil, bisnis Anda pun dapat mengalami kegagalan hanya karena baterai habis. Ada 2 faktor yang dapat menyebabkan baterai habis; pertama, kualitas baterai yang dibawah standar dan kedua, pemakaian ponsel yang memang tidak efisien. Agar baterai ponsel Anda dapat “hidup” lebih lama, perhatikanlah cara-cara pemakaian baterai yang efisien di bawah ini:
1. Jangan aktifkan nada dering dan getar sekaligus
Aktifasi dari keduanya akan menguras energi baterai. Oleh karena itu, aktifkan hanya salah satunya saja. Misalnya, saat berada di bioskop atau ruang rapat sebaiknya aktifkan getarnya saja. Namun, aktifkanlah nada dering saat berada di tempat publik, seperti mal, stasiun dan bandara
2. Redupkan brightness layar
Pengurangan kecerahan layar hingga 50% dapat menjamin energi baterai yang terpakai lebih hemat. Atur juga durasi backlight Anda, jangan biarkan terlalu lama menyala, cukup 5-15 detik saja.
3. Matikan fitur yang tidak perlu
Jika tidak digunakan atau tidak perlu, segera matikan fitur-fitur ponsel Anda seperti bluetooth, GPRS, infrared atau GPS. Jangan sering-sering bermain game, mendengarkan musik dan melakukan panggilan video.
4. Perhatikan tempat penyimpanan
Letakkan ponsel Anda di tempat yang temperaturnya normal sehingga tidak terjadi kerusakan akibat suhu yang terlalu tinggi atau rendah. Misalnya, jangan letakkan ponsel Anda di dalam mobil yang terkena matahari, di atas laptop atau mesin game yang suhunya panas.
5. Sinyal
Sebaiknya, matikan saja ponsel jika Anda berada di daerah yang sulit mendapatkan sinyal. Sebab, ponsel akan terus berusaha mencari sinyal sehingga mengakibatkan baterai menjadi boros. Jangan terlalu sering menghidupkan atau mematikan ponsel Anda. Pasalnya, tenaga yang dibutuhkan untuk mencari kembali jaringan pelanggan sangat besar. Hal ini akan mengurangi waktu siaga ponsel Anda antara 1 hingga 2 jam
6. Charge baterai
Jika baterai habis, segeralah isi ulang ponsel Anda hingga penuh. Agar baterai tidak mengembang atau memuai, pastikan untuk mencabut charger dari soket listrik dan kabel dari ponsel bila baterai sudah terisi penuh.
Posted in
Labels:
Tips Gadget,
Tips Handphone
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
12:02 AM
(Wednesday, September 17, 2008)
Kepolisian sedang mempertimbangkan aturan tilang bagi pengemudi berponsel. Untuk itu ada baiknya pengguna ponsel mulai beralih ke handsfree (menelepon tanpa menggunakan tangan). Apa saja pilihan aksesoris ponsel untuk handsfree?
Berikut ini tips memilih aksesoris ponsel untuk berbicara tanpa memegang ponsel seperti dikutip detikINET dari ABC, Rabu (2/7/2008):
1. Anda dapat memilih menggunakan headset kabel atau tanpa kabel. Harga headset Bluetooth bervariasi mulai dari sekitar $10 atau sekitar Rp 100 ribu dan yang paling mahal $150 sekitar Rp. 1,5 juta untuk model yang paling bagus seperti Aliph Jawbone atau Plantronik Discovery 925.
2. Jika anda tidak menyukai headset, maka anda dapat menggantinya dengan speaker yang dihubungkan lewat Bluetooth yang ada di telepon. Contohnya, BlueAnt Superbluetooth 3 Handsfree Speakerphone yang bahkan bisa membacakan nama penelepon panggilan masuk dengan membaca buku alamat.
3. Ada juga aksesoris dari Parrot yang menghubungkan ponsel ke speaker pada sistem audio/radio mobil. Namun, meski mudah saat penggunaannya, pemasangan aksesoris semacam ini mungkin agak rumit.
4. Banyak perangkat Global Positioning System (GPS) yang juga bisa terhubung lewat Bluetooth. Jika Anda sudah punya perangkat seperti buatan Garmin atau Tom Tom, perangkat GPS itu bisa berfungsi sebagai pengeras suara juga. Bahkan ada yang menyediakan kemampuan membaca pesan SMS yang masuk.
5. Untuk ponsel 'jadul' tanpa kemampuan Bluetooth, gunakan headset berkabel.
6. Di sisi lain, pengguna ponsel yang lebih canggih (alias Smartphone) bisa men-download piranti lunak Nuance Voice Control untuk menjalankan fungsi ponsel dengan perintah suara.
7. Situs FreeHeadset.org menyediakan headset 'gratis' bagi ponsel tipe tertentu. Pengguna cukup mengganti biaya kirim sebesar USD 3,5. Situs itu melayani pengiriman internasional.
Posted in
Labels:
Tips Gadget,
Tips Handphone
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
7:40 PM
(Tuesday, September 2, 2008)
Ponsel merupakan salah satu gadget yang paling banyak diincar pencuri. Terlebih saat ini hampir semua harga kebutuhan pokok naik, bukan tak mungkin tingkat kejahatan makin tinggi.
Tentunya Anda tidak ingin ponsel kesayangan Anda digasak si 'tangan jahil' bukan? Oleh karena itu, simak jurus-jurus untuk mengamankan ponsel, yang dikutip detikINET dari 3gweek, Rabu (28/5/2008):
1. Jangan letakkan ponsel di tempat terbuka saat berada di tempat umum, bahkan jika ponsel tersebut berada di dekat tangan Anda. Bisa saja tiba-tiba pencopet mengambil dan membawanya kabur.
2. Jangan meninggalkan ponsel di dalam mobil yang tidak diawasi, apalagi diletakkan di tempat-tempat yang mudah dilihat orang seperti dasbor.
3. Ketika menggunakan ponsel di tempat umum, perhatikan dengan seksama kondisi di sekitar Anda. Jangan menggunakan ponsel di tempat yang Anda rasa tidak aman.
4. Jangan meminjamkan ponsel kepada orang yang tidak Anda kenal, meski dengan alasan ingin 'numpang' memakai SMS atau telepon.
5. Saat berada di kendaraan umum, bersikaplah waspada terhadap sekelompok orang yang tampak mencurigakan. Pasalnya pelaku kejahatan sering beroperasi secara berkelompok.
6. Letakkan ponsel di dalam tas atau kantung, dan pastikan pula tas atau kantung tersebut ditempatkan di depan Anda sehingga Anda bisa mengawasinya. Jangan pernah meletakkannya di bagian belakang Anda.
7. Jika Anda tidak membawa tas atau kantung, peganglah ponsel Anda karena ini lebih aman daripada meletakkannya di saku celana belakang.
8. Kunci ponsel Anda dengan menggunakan password.
9. Jika memang lagi apes dan ponsel Anda dicuri, tindakan yang dapat Anda lakukan adalah segera melapor ke operator seluler agar nomor Anda bisa diblokir sehingga si pencuri tidak dapat menyalahgunakannya.
10. Laporkan juga peristiwa pencurian tersebut ke kantor polisi.
Posted in
Labels:
Tips Gadget,
Tips Handphone
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
6:51 PM
(Sunday, August 31, 2008)
Bunga adalah salah satu obyek yang menarik untuk diambil gambarnya di dunia fotografi. Tak perlu menjadi fotografer profesional untuk bisa mendapatkan foto-foto bunga yang bagus. Tak perlu juga pergi jauh-jauh ke negara lain untuk mencari bunga yang indah.
Ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan pada saat mengambil foto bunga tersebut. Simak beberapa triknya berikut ini yang diramu detikINET dari Worldstart, Rabu (4/6/2008):
1. Cahaya
Bagus tidaknya hasil foto bunga yang Anda bidik salah satunya bergantung pada faktor cahaya. Konon katanya waktu paling baik untuk memotret bunga adalah pada saat siang hari. Namun sebenarnya itu adalah waktu paling buruk karena cahaya matahari lagi kuat-kuatnya sehingga bisa mengaburkan hasil foto dan membentuk bayangan.
Sebaiknya Anda memotret bunga pada saat pagi hari atau sore hari ketika cahaya matahari tidak terlalu cerah, agar hasil foto bunga yang Anda ambil warnanya lebih keluar.
2. Titik Fokus
Tentukan titik fokus obyek yang Anda akan ambil, entah itu sekumpulan bunga berwarna-warni atau hanya setangkai bunga. Perhatikan bagian apa saja yang akan dimasukkan ke dalam frame Anda. Perhatikan juga background atau foreground obyek, jangan sampai ada hal-hal yang mengganggu. Jika background ataupun foreground obyek dirasa tidak menarik, lebih baik mencari titik fokus yang lain.
3. Jangan Goyang
Kadangkala, secara tak sadar tangan sering goyang saat Anda tengah memotret. Walhasil hasil gambar ada yang kabur. Ini wajar-wajar saja. Untuk itulah, disarankan Anda memakai tripod untuk mengurangi sindrom tangan bergoyang sehingga gambar yang dihasilkan bisa terlihat lebih baik.
4. Sudut dan Jarak
Jangan memotret bunga hanya dari satu sisi saja. Disarankan untuk berputar mengelilingi bunga tersebut dan tidak hanya diam di satu tempat. Coba juga mengambil foto obyek tersebut dengan berbagai sudut ketinggian, baik dari atas, sama, atau lebih rendah dari obyek. Perhatikan pula jarak Anda berdiri saat akan mengambil foto dengan obyek yang difoto.
5. Libatkan Obyek Lain
Sebuah foto akan terlihat lebih hidup jika kita bisa mengambil obyek tersebut dengan frame-frame yang unik. Jadi jangan hanya memotret bunganya saja, tapi cari cara yang unik untuk memotret bunga tersebut. Misalnya dengan melibatkan obyek lain yang ada di sekitarnya seperti ranting anggur, serangga yang ada di bunga, sehingga hasil gambarnya lebih menarik.
Posted in
Labels:
Tips Gadget,
Tips Handphone
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
6:43 PM
(Thursday, August 28, 2008)
Layaknya manusia dengan jiwa, ponsel juga punya jiwa sebagai energi untuk hidup yaitu baterai. Untuk itulah, rawat baterai ponsel agar umurnya lebih panjang. Simak tips yang dikutip detikINET dari 3gweek, Senin (2/6/2008) berikut ini:
1. Matikan ponsel.
Sebaiknya matikan ponsel jika Anda berada di sebuah tempat yang kemungkinan untuk mendapatkan sinyalnya sulit. Kalau ponsel terus diaktifkan, sementara ponsel terus menerus mencari sinyal, hal ini akan membuat energi baterai Anda terkuras.
2. Pakai repeater.
Saat berada di tempat yang sangat terpencil, gunakan repeater ponsel untuk memperkuat penangkapan sinyal.
3. Matikan fitur suara yang tidak penting, jangan biarkan aktif sepanjang hari.
4. Jangan aktifkan ringtone dan fitur getar sekaligus karena cukup menguras energi baterai, aktifkan salah satunya saja. Saat berada di bioskop ada baiknya aktifkan fitur getarnya saja, namun saat berada di tempat publik seperti mall, stasiun dan bandara, mengaktifkan ringtone bisa menjadi pilihan yang lebih baik.
5. Kurangi brightness layar ponsel Anda hingga 50 persen agar energi baterai yang terpakai lebih hemat.
6. Matikan Bluetooth jika tak digunakan. Untuk diketahui saja, Bluetooth yang aktif akan menguras energi baterai ponsel lebih cepat.
7. Sama halnya seperti Bluetooth, matikan juga fitur infrared jika tak digunakan.
8. Matikan aplikasi-aplikasi lain yang tidak digunakan.
9. Letakkan ponsel di tempat yang temperaturnya normal sehingga tidak terjadi kerusakan akibat suhu yang terlalu tinggi atau rendah. Misalnya, jangan letakkan ponsel di dalam mobil yang terjemur matahari, di atas laptop atau konsol game yang suhunya panas.
10. Segera cabut charger dari ponsel jika baterai ponsel sudah penuh.
11. Caslah baterai sampai penuh dan segera isi ulang baterai Anda jika memang sudah habis.
12. Kalau ingin baterai tahan lama, jangan sering-sering bermain game lewat ponsel, mendengarkan mp3, melakukan panggilan video (video call), mengedit foto ataupun browsing. Semua aktivitas tersebut hanya akan mempercepat baterai Anda habis.
13. Atur settingan backlight, jangan biarkan durasi nyalanya terlalu lama, cukup 5 sampai 15 detik saja.
Posted in
Labels:
Tips Gadget,
Tips Handphone
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
6:19 PM
Ancaman virus yang melanda ponsel dan perangkat bergerak lainnya makin melonjak. Akibatnya pun kadang sangat merisaukan, misalnya hilangnya data atau pengiriman layanan pesan singkat (short message service/SMS) massal yang tak dikehendaki sehingga pulsa pun jebol.
Berikut beberapa tips untuk mencegah datangnya virus ke ponsel Anda, yang disampaikan oleh Australian Mobile Telecommunications Association (AMTA) dan dikutip detikINET dari Funponsel, Rabu (7/5/2008):
1. Pastikan Bluetooth dalam Kondisi Hidden ModeJika ponsel Anda dilengkapi Bluetooth, pastikan fitur ini berada dalam kondisi hidden mode atau invisible untuk mencegah perangkat Bluetooth orang lain mendeteksi perangkat Anda kecuali memang Anda menghendakinya. Selain itu, matikan Bluetooth jika tidak terpakai. Langkah ini akan cukup melindungi ponsel dari serangan virus yang menyebar melalui Bluetooth.
2. Hati-hati Saat Menerima Kiriman Asing
Ketika menerima aplikasi yang dikirim via Bluetooth atau membuka attachment MMS, berhati-hatilah dari kemungkinan adanya program jahat. Pastikan kiriman itu berasal dari sumber terpercaya. Bahkan jikalaupun kiriman itu berasal dari teman, lebih baik Anda tak membukanya dan menghapusnya jika terdapat konten yang tidak familiar.
3. Download dari Sumber Terpercaya
Pastikan juga selalu men-download konten dari sumber resmi yang terpercaya sehingga ancaman virus bisa tereliminir. Namun hati-hatilah karena bisa jadi kaum kriminal mampu mengkreasi sumber download yang kelihatan terpercaya meskipun sejatinya adalah gudang virus.
4. Pakai Anti Virus
Beberapa software khusus telah ditawarkan untuk menjaga ponsel Anda dari ancaman virus. Pakailah jika Anda merasa memerlukannya.
5. Hubungi Produsen Ponsel Anda
Jika Anda menduga ponsel Anda telah terinfeksi virus, segera kontak produsen ponsel Anda untuk mengambil langkah yang tepat dalam menghindari kerusakan.
Posted in
Labels:
Tips Gadget,
Tips Handphone,
Tips PDA
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
6:19 PM
Personal Ddigital Assistant (PDA) belakangan kerap menjadi gadget pilihan di kalangan pebisnis atau orang yang mobilitasnya tinggi. Selain bisa digunakan sebagai ponsel, perangkat ini juga bisa berfungsi sebagai notebook untuk menyimpan agenda kegiatan misalnya, atau aplikasi perkantoran.
Namun ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum Anda membeli PDA. Simak info yang diramu detikINET dari Techrepublic, Jumat (2/5/2008) berikut ini:
1. Service Network
Salah satu pertimbangan pertama sebelum membeli PDA adalah service network, apakah beroperasi di jaringan GSM, CDMA, EDGE, dan sebagainya. Pastikan bahwa perangkat tersebut kompatibel dengan infrastruktur jaringan yang tersedia. Terlebih bagi Anda yang sering bepergian ke luar negeri, pastikan gadget tersebut kompatibel dengan network service dimana Anda berada.
2. Kualitas Panggilan
Manufaktur ponsel dan PDA kerap menyuguhkan banyak fitur pada produk mereka, mulai dari MP3 player hingga streaming video dan game. Namun seringkali kualitas suara kurang diperhatikan, padahal ini adalah salah satu fungsi penting utamanya bagi yang memiliki mobilitas tinggi. Sebelum membeli PDA, sebaiknya cek terlebih dulu kualitas panggilan model handset yang Anda incar itu.
3. Umur Baterai
Umur baterai juga harus dijadikan pertimbangan saat akan membeli PDA/ponsel. Berapa lama waktu standby perangkat tersebut, apalagi jika Bluetooth diaktifkan.
4. Bandwidth
Tidak semua jaringan menawarkan transmisi data yang maksimal. Jika Anda termasuk sering men-download file berukuran besar via ponsel, pastikan ponsel yang Anda beli kompatibel dengan jaringan data yang lebih cepat.
5. Kompabilitas
Pastikan PDA Anda bisa disinkronisasi dengan mudah dengan platform dan aplikasi lain.
6. Bluetooth
Perlu diketahui, fitur nirkabel seperti Bluetooth bergantung pada daya tahan baterai. Bagi Anda yang sering bepergian, mungkin Anda akan sering mengaktifkan Bluetooth agar bisa terkoneksi secara nirkabel ke laptop atau internet. Untuk itu, pastikan perangkat Anda memiliki konektivitas Bluetooth yang baik dan juga umur baterai yang cukup lama.
7. Kenyamanan
Jangan hanya tergiur dengan desain ponsel yang revolusioner. Pertimbangkan juga apakah Anda nyaman menggunakannya. Misal, ada orang yang suka dengan ponsel jenis sliding untuk menampilkan keypad-nya, namun ada yang merasa tidak nyaman dengan kondisi seperti itu. Bahkan ada yang lebih suka dengan keyboard sistem layar sentuh.
8. Mudah Di-upgrade
Memory yang terbatas seringkali menjadi masalah jika Anda ingin menambahkan aplikasi perkantoran ke PDA Anda. Pastikan PDA/ponsel yang Anda beli mudah di-upgrade dan jenis memory-nya cocok dengan perangkat tersebut, seperti mini SD, MultiMediaCard, dan SD card.
9. Aplikasi Perkantoran
Beberapa PDA ada yang loading-nya lama saat membuka aplikasi perkantoran seperti Microsoft Office. Tak semua ponsel bisa menampilkan atau mengedit dokumen Word dan Excel, bahkan ada yang tidak bisa mengakses aplikasi presentasi PowerPoint. Untuk itu pastikan PDA yang akan Anda beli kompatibel dengan kebutuhan pekerjaan Anda.
10.Voice Dialing and Recognition
Beberapa ponsel ada yang menawarkan fungsi voice recognition dan voice dialing untuk memudahkan pengguna ponsel mengakses informasi yang dibutuhkan seperti memanggil daftar kontak dengan suara, navigasi menu dan sebagainya. Ini bisa menjadi salah satu pertimbangan saat membeli PDA/ponsel, apakah Anda menginginkan fitur tersebut?
Posted in
Labels:
Tips Gadget,
Tips Handphone,
Tips PDA
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
6:08 PM
Kamera saat ini menjadi fitur yang cukup penting dalam penggunaan ponsel. Kualitas kamera dalam ponsel seringkali menjadi pertimbangan utama pemilihan sebuah produk.
Ponsel dengan kamera berkualitas baik biasanya mahal, namun dengan ponsel berkamera standar pun kita sebenarnya bisa memaksimalkan fitur menarik ini dengan teknik pengambilan gambar yang baik. Dikutip dari detikINET dari dPS, Rabu (2/4/2008), berikut ini 10 hal yang harus diperhatikan untuk mendapat hasil gambar yang baik dari kamera ponsel.
1. Pencahayaan yang Cukup
Semakin baik pencahayaan, akan semakin baik pula hasil foto yang didapat. Hasil pemotretan di luar ruangan biasanya lebih baik daripada di dalam ruangan karena cahaya lampu harus diseimbangkan dengan cahaya lain agar objek terlihat natural.
2. Atur Jarak Kamera dan Obyek
Kamera ponsel memiliki resolusi yang terbatas bila dibandingkan dengan kamera digital sehingga obyek yang difoto harus berjarak dekat agar obyek tak terlihat kecil. Pengaturan jarak kamera dan obyek dapat diatur dengan fitur zoom. Sebaliknya, foto dengan jarak yang terlalu dekat dengan obyek menyebabkan distorsi dan foto yang tidak fokus.
3. Jaga Kestabilan Kamera
Tidak hanya kamera ponsel, kamera apapun juga akan menghasilkan foto yang baik dalam keadaan stabil. Semakin stabil kamera, semakin baik foto.
4. Gunakan Fitur Edit Foto
Edit foto dengan fitur yang ada dalam ponsel sesuai kebutuhan sehingga hasil foto sesuai dengan keinginan.
5. Simpan Semua Hasil Jepretan Foto
Jangan terburu-buru membuang foto yang terlihat jelak di ponsel karena di foto tersebut bisa saja terlihat bagus saat ditampilkan di layar komputer dengan berbagai editan dari software tertentu.
6. Gunakan Zoom Apabila Diperlukan
Fitur zoom yang ada di ponsel boleh saja digunakan jika memang diperlukan, namun hasil foto akan lebih baik jika pengaturan jarak dilakukan manual bukan dengan zoom.
7. Cari Foto Dengan Angle yang Berbeda
Foto-foto aneh seringkali dianggap unik. Ambil foto dengan angle yang tidak biasa, sehingga hasil foto pun menjadi luar biasa.
8. Atur Susunan Objek Foto
Keseimbangan dan keteraturan objek yang akn difoto akan menentukan bagus tidaknya hasil jepretan.
9. Jaga Kebersihan Lensa Kamera
Simpan ponsel di tempat aman. Meskipun kamera ponsel tidak sesensitif kamera digital, namun kebersihannya tetap harus terjaga sehingga pemanfaatannya maksimal.
10. Pilih Resolusi Tertinggi
Semakin tinggi resolusi kamera akan semakin baik foto yang didapat, meskipun memori yang dibutuhkan akan semakin besar.
Posted in
Labels:
Tips Gadget,
Tips Handphone
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
6:04 PM
Ponsel sudah bukan lagi barang mewah, hampir setiap orang di semua lapisan mempunyai alat komunikasi ini dengan berbagai kepentingan. Dengan ponsel, kita dapat dihubungi dan menghubungi siapapun, kapanpun dan dimanapun. Kepraktisan komunikasi inilah yang menjadi pilihan utama mengapa seseorang menggunakan ponsel.
Dengan peran ponsel yang semakin dominan saat ini, tidaklah heran jika kita sebaiknya merawat benda ini sebaik mungkin sehingga keefektifannya terjaga. Dikutip detikINET dari Computerfreetips, Senin (31/3/2008), ada delapan cara untuk memaksimalkan ponsel beserta semua perangkat didalamnya.
1. Caslah baterai sampai penuh dan segera isi ulang baterai Anda jika memang sudah habis. Mengisi baterai ponsel di saat tenaga baterai hanya sedikit berkurang atau belum sepenuhnya habis akan menyebabkan baterai cepat rusak.
2. Aktifkan kode akses ponsel seperti PIN yang ada dalam SIM Card atau kode Phone-Lock untuk menghindari adanya tangan-tangan usil yang kurang bertanggung jawab yang dapat menggunakan ponsel Anda secara ilegal.
Bahkan dengan nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI) ponsel, kita dapat memblokir ponsel yang dicuri supaya tidak bisa digunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Nomor IMEI dapat digunakan untuk menentukan apakah handset sedang rusak, maupun untuk menindaklanjuti pengaduan terhadap pencurian ponsel. Oleh karena itu, tidak ada salahnya mencatat nomor IMEI sehingga ketika Anda kehilangan ponsel, Anda bisa melaporkannya ke operator. Dengan demikian, operator bisa melacak keberadaan ponsel yang hilang tersebut dan memblokirnya.
3. Aktifkan keypad lock ponsel agar tidak terjadi panggilan yang tidak terencana ke nomor tertentu.
4. Pilih baterai resmi yang kualitasnya terjamin. Meskipun mahal, baterai resmi lebih tahan lama dan aman daripada baterai palsu yang seringkali dijual dengan harga yang jauh lebih murah. Memakai baterai palsu yang kurang awet akan memaksa kita untuk melakukan pemborosan dengan sering mengisi daya baterai.
5. Gunakan kain lembut untuk membersihkan ponsel, jangan pernah mencoba membersihkan ponsel dengan cairan kimia dan cairan pembersih lainnya karena akan merusak ponsel.
6. Gunakan pelindung ponsel seperti sarung, dan plastik pembungkus lainnya untuk menghindari ponsel dari debu, kotoran lain termasuk goresan-goresan.
7. Letakkan ponsel Anda di tempat yang kering dan aman. Hindarkan pemakaian ponsel di tempat-tempat yang dilarang karena akan menyebabkan arus listrik yang berbahaya dan ancaman lain.
8. Selalu letakkan ponsel di tempat dengan temperatur yang stabil dan normal sehingga tidak terjadi kondensasi dan kerusakan ponsel akibat suhu yang terlalu tinggi atau rendah.
Posted in
Labels:
Tips Gadget,
Tips Handphone
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
7:11 PM
(Thursday, June 19, 2008)
Radiasi yang timbul karena pemakaian ponsel kerapkali dituding sebagai penyebab berbagai masalah kesehatan. Bahkan beberapa penelitian menyatakan, radiasi ponsel bisa mengakibatkan penyakit serius semacam kanker atau gangguan otak tertentu. Meskipun ada juga penelitian yang membantah hal tersebut.
Untuk meminimalisir bahaya yang mungkin terjadi karena pengaruh radiasi ponsel, berikut tips jitunya seperti diramu detikINET dari EMF-Health, Jumat (15/2/2008).
1. Batasi pemakaian ponsel hanya pada panggilan yang penting-penting saja dan bicaralah dengan singkat. Ingatlah bahwa pembicaraan via ponsel yang terlalu lama, apalagi sampai berjam-jam disinyalir mempunyai beberapa dampak buruk terhadap kesehatan. Namun jika Anda memang harus melakukan panggilan yang lama, disarankan untuk memakai handsfree untuk keamanan.
2. Anak-anak di bawah umur seharusnya hanya diperbolehkan memakai ponsel dalam keadaan darurat saja. Mengingat mereka masih dalam tahap perkembangan, bahaya radiasi bisa bertambah parah.
3. Jika memakai ponsel tanpa handsfree, tunggulah sampai panggilan benar-benar terkoneksi sebelum menaruh ponsel di telinga untuk melakukan pembicaraan.
4. Minimalisir pemakaian ponsel di ruang tertutup dengan bahan logam atau baja, misalnya di dalam mobil. Dalam ruangan seperti ini, ponsel harus bekerja keras menstabilkan koneksi sehingga radiasi meninggi. Selain itu, ada kemungkinan radiasi memantul kembali ke pengguna di ruangan yang didominasi bahan baja.
5. Minimalisir penggunaan ponsel ketika kekuatan sinyal hanya satu bar atau kurang. Dalam kondisi ini, ponsel juga harus bekerja keras untuk menstabilkan koneksi sehingga radiasi bertambah besar.
6. Belilah ponsel dengan level SAR (Specific Absorption Rate) yang rendah. Level SAR adalah ukuran kuantitas frekuensi radio yang diserap tubuh manusia. Semakin rendah levelnya, semakin baik untuk meminimalisir radiasi. Anda bisa mendapat informasi mengenai SAR ini di buku panduan atau surfing di internet.
Posted in
Labels:
Tips Handphone,
Tips Kesehatan
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
5:52 PM
(Wednesday, June 18, 2008)
Selalu ada kemungkinan ponsel terjatuh ke dalam air tanpa disengaja, atau basah kuyup ketika Anda menerjang hujan. Padahal barang elektronik sangat rentan rusak jika terkena air.
Sebelum Anda buru-buru memperbaikinya ke teknisi, ada baiknya Anda berusaha terlebih dahulu menyelamatkan ponsel itu. Siapa tahu ponsel Anda pulih tanpa perlu ke 'bengkel'. Simak tips berikut ini, yang dikutip detikINET dari WikiHow, Senin (3/3/2008).
1. Jika ponsel Anda terendam, keluarkan ponsel dari air secepatnya untuk mencegah komponen bagian dalam terkontaminasi air. Dalam beberapa kasus, casing ponsel memang cukup rapat untuk mencegah rembesan air. Namun hal ini hanya akan bertahan selama beberapa puluh detik.
2. Segera keluarkan baterai dari dalam ponsel. Memutus aliran sumber daya sangatlah penting untuk meminimalisir kemungkinan kerusakan ponsel. Beberapa sirkuit elektronik dinyatakan bisa tetap bertahan dalam keadaan basah, jika tidak terhubung dengan sumber daya.
3. Segera keluarkan juga kartu SIM Anda untuk mencegah kemungkinan kerusakan atau kehilangan data. Anda tentu tak ingin phonebook atau SMS penting Anda lenyap. Biarkan kartu SIM Anda sampai benar-benar kering sebelum Anda mengecek kondisinya.
4. Keringkan ponsel sampai benar-benar kering. Gunakan kain yang bisa menyerap air. Jika ada, gunakan juga pengering rambut alias hair dryer. Namun pastikan ponsel Anda jangan sampai terlalu panas. Jangan pula meletakkannya di microwave. Ponsel yang terlalu panas dilaporkan bisa meledak.
5. Uji coba kondisi ponsel Anda setelah benar-benar kering. Jika ponsel ngadat, periksalah apakah ponsel atau baterai Anda yang rusak, dengan memakai baterai cadangan. Jika hanya baterainya yang rusak, Anda tinggal membeli yang baru.
6. Jika seluruh langkah tersebut telah Anda lakukan namun ponsel tetap mengalami kerusakan, apa boleh buat, Anda tampaknya harus mengandalkan jasa teknisi ponsel. Namun ingat, Anda harus mencari teknisi ponsel yang terpercaya.
Posted in
Labels:
Tips Handphone
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
6:17 PM
Duh... kantong makin tipis saja nih gara-gara tagihan telepon membengkak. Berapa kocek yang harus Anda keluarkan setiap bulannya untuk pulsa? Melampaui yang Anda rencanakan mungkin?
Tak sedikit juga pengguna ponsel yang mengeluh karena harus mengeluarkan uang yang cukup banyak demi mendapatkan pulsa telepon.
Sebuah grup riset telekomunikasi PhoneChoice, seperti dilansir smh.com.au, memperkirakan sekitar 60 persen pengguna ponsel ternyata membayar tagihan telepon 30 persen lebih banyak dari yang seharusnya.
Bagi yang doyan berhalo-halo ria lewat ponsel tapi tak ingin boros, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan seperti seberapa sering Anda menelepon, lama durasi telepon, waktu melakukan panggilan, jarak, tarif SMS, dan lain sebagainya.
Terlepas dari seberapa banyak uang atau gaji Anda, berikut beberapa tips yang diramu detikINET perihal menghemat pemakaian pulsa.
1. Beralih ke kartu prabayar
Bagi yang menggunakan kartu pascabayar dan merasa tak bisa mengontrol pemakaian pulsa, penggunaan kartu prabayar bisa dijadikan alternatif untuk mengatasi masalah tagihan telepon.
Umumnya dengan kartu pascabayar, Anda bebas memakai pulsa kapanpun Anda. Namun seringkali sang pengguna tidak menyadari bahwa pulsa yang dipakainya kian membengkak, yang tentu saja berujung ke mahalnya tagihan telepon. Alternatif lain bisa melalui paket pemakaian pulsa. Anda bisa menghubungi operator pascabayar Anda dan meminta paket pemakaian pulsa tertentu, misalnya hanya Rp 200.000 perbulan.
2. Manfaatkan SMS
Jika tak tergesa-gesa banget, tak ada salahnya Anda menggerak-gerakkan jari Anda di keypad ponsel untuk menyampaikan pesan ke kolega atau teman Anda. Cara seperti ini akan membantu Anda berhemat pulsa dan tentu saja uang.
3. Telepon dengan menggunakan operator yang sama
Umumnya menelepon ke operator yang sama akan lebih murah ketimbang lintas operator. Alternatif seperti ini bisa Anda terapkan untuk menghemat pemakaian pulsa. Cara lainnya, saat ini beberapa operator sudah ada yang memberlakukan tarif flat ke semua operator telekomunikasi, dimana tarif panggilan ke semua operator dihitung sama, tanpa melihat jarak dan waktu melakukan panggilan.
4. Matikan voicemail
Seringkali saat kita menelepon ke teman tapi kita disambut oleh layanan voicemail. Pulsa jadi terpotong akibatnya. Coba matikan fitur voicemail Anda dan minta teman Anda juga menonaktifkannya, demi menghindari terpotongnya pulsa.
5. Coba buat daftar tarif SMS dan panggilan setiap operator
Melalui cara ini, Anda bisa menentukan pilihan kartu mana saja yang menawarkan tarif pulsa dengan harga miring.
6. Manfaatkan tarif hemat
Saat ini banyak operator yang menawarkan tarif hemat malam hari dengan harga supermurah dan sejenisnya. Kenapa tidak manfaatkan saja layanan seperti itu untuk menghemat pulsa Anda?
7. Alternatif CDMA
Tak jarang saat ini banyak konsumen yang memiliki dua ponsel, satu yang berjalan pada teknologi GSM dan yang satu lagi di CDMA. Ponsel berbasiskan teknologi CDMA (Code Division Multiple Access) kian diminati banyak konsumen. Namun jelas, GSM masih menguasai pasar dilihat dari sisi pelanggan.
Dilihat dari sisi tarif, tarif menelepon dengan ponsel berbasis CDMA lebih murah ketimbang ponsel berbasis GSM (Global System for Mobile Communications). Hal ini memungkinkan konsumen berkomunikasi menggunakan ponsel dengan tarif lokal ala telepon rumah.
Posted in
Labels:
Tips Handphone,
Tips Hemat
Posted by
Eko Wahyudiharto
at
11:06 PM